Majelis Hukama Muslimin (MHM) turut menyatakan solidaritasnya kepada Indonesia atas tregedi ambruknya bangunan di Ponpes Al-Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur.
Keajaiban dan secercah harapan masih ada di balik tragedi ambruknya musala Ponpes Al-Khoziny, Senin (29/9) sore. Seorang santri hari ini berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Perayaan Hari Santri Nasional rencananya akan dirangkai dengan berbagai kegiatan dan menghadirkan para pengasuh pesantren serta anak-anak kiai dari seluruh Indonesia.
Menurut Atok, seorang santri terpaksa menjalani amputasi di lokasi kejadian karena tertimpa reruntuhan bangunan.
Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Jules Abraham Abast, mengatakan jumlah korban luka yang terdata mencapai 79 orang.
Hampir 24 jam berlalu, sebanyak 38 santri Ponpes Al-Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, masih dinyatakan hilang. Mereka diduga terjebak di bawah reruntuhan.
Laporan terbaru dari Basarnas menyebutkan total 102 orang telah dievakuasi. Dengan rincian 91 santri melakukan evakuasi mandiri dan 11 orang dievakuasi oleh tim SAR.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memastikan seluruh biaya layanan kesehatan bagi santri korban runtuhnya gedung musala di Ponpes Al-Khoziny, Sidoarjo, ditanggung oleh pemerintah.
BPBD Jatim mengerahkan 1 unit ekskavator untuk mencari santri yang terjebak di dalam reruntuhan bangunan.
Peristiwa nahas itu sebelumnya menewaskan seorang santri bernama Ibrahim yang tertimpa reruntuhan. Musibah terjadi saat ratusan santri tengah melaksanakan salat Asar berjemaah di musala pondok.
Informasi mengenai peristiwa ini viral di media sosial. Akun facebook E100 melaporkan adanya keruntuhan bangunan di area pondok pesantren tersebut.
Polda Jawa Barat meminta masyarakat untuk tetap tenang menyikapi kejadian siswa keracunan MBG. Polda memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan dari Puskesmas.
Eks Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya ini dikenal dengan argumentasi fikihnya yang tajam.
Pesantren memiliki peran strategis sebagai pusat peradaban Islam Nusantara yang kini menjadikan Indonesia sebagai salah satu kiblat peradaban Islam dunia.
Peringatan Hari Santri 2025 akan digelar dengan semangat baru dan skala yang lebih luas. Terdapat delapan agenda kegiatan yang digelar di sejumlah daerah.