Sebuah tulisan di rubrik Gagas berjudul ‘Menggali Kesejatian (29): Rekayasa Kehebatan’ dari Hamdan Juhannis, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Simak di sini!
Lemahnya wawasan ekosentris masyarakat kita karena dunia pendidikan formal belum menjadikannya sebagai sebuah haluan terpenting bagi kehidupan
Ketika seorang ustadz menyuarakan keseimbangan hubungan dengan Tuhan dengan sesama manusia, di mana letak hubungan hubungan manusia dengan lingkungan?
Muncul pemahaman di tengah-tengah masyarakat bahwa untuk membangun negara maju tidak perlu memiliki bangsa yang memasukkan ajaran agama ke dalam kebijakan negara. Benarkan demikian?
Dengan kemampuan logistik si A, dia bisa menggerakkan apa saja yang menjadi kebutuhannya. Dia memiliki segala fasilitas material untuk membiayai setiap kebutuhan pergerakan.
Ada tiga yang perlu dikuatkan bila ingin menjadi sosok kontributif dalam kehidupan, bagaimana memiliki kuasa, menanamkan pengaruh pada orang lain, dan membawa perubahan pada kehidupan.
Bahkan pada khutbah jumat, khatib sangat lazim tidak membaca konsep, pemandangan yang nyaris tidak ditemukan pada banyak negara Muslim.
Tanpa disadari, berbagai peristiwa penting dalam sejarah peradaban Islam seperti Nuzulul Qur'an, Isra Mi'raj, dan hijrahnya Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah dilalui dengan keheningan.
Apa keterkaitan jasad Fir'aun dan ilmu pengetahuan? Simak ulasannya di sini
Caranya penghulu memimpin penamatan dengan memandu calon mempelai untuk menamatkan Qur'an dengan membaca surat-surat pendek yang biasanya dimulai dari Surat ad-Dhuha.
Kegiatan khataman quran oleh Kemenag menjadi perhatian mengingat jumlah khataman yang mencapai 350.
Saat saya tiba di kediamannya pagi itu, saya melihat kemegahan rumahnya sebagai simbol pencapaiannya berbanding lurus dengan kebiasaanya menderma.
Contoh kalimat yang saya beri tanda kutip itu adalah salah satu jenis kesombongan yang saya istilahkan kesombongan numerik, kesombongan bersifat angka
Apa maksud dari kesombongan numerik yang selama ini melekat pada seseorang? berikut ulasannya
Ajaran agama menyorot pentingnya ketawaduan dalam diri, dan menjaga jiwa untuk tidak terjebak pada kesombongan.