Ratu Thailand Suthida mencatat sejarah sebagai perempuan pertama di negaranya yang sukses menerbangkan jet tempur Saab JAS 39C Gripen. Foto: Bureau of the Royal Household
JAKARTA, (ERAKINI) - Ratu Thailand Suthida mencatat sejarah sebagai perempuan pertama di negaranya yang sukses menerbangkan Saab JAS 39C Gripen. Kini Ratu Suthida telah mengoleksi total 1.188 jam terbang.
Penerbangan tersebut berlangsung di Wing 7 Angkatan Udara Kerajaan Thailand (RTAF), Provinsi Surat Thani, pada 8 Oktober 2026, berdasarkan laporan yang dirilis Biro Rumah Tangga Kerajaan Thailand.
Dilansir AeroTime, penerbangan itu dilakukan dari pangkalan udara di Distrik Phun Phin pada pukul 10.06 waktu setempat. Aksi tersebut disaksikan langsung oleh Raja Maha Vajiralongkorn, Panglima Angkatan Udara Thailand Marsekal Udara Seksan Kantha, serta komandan Wing 7.
Setelah menerima pengarahan mengenai rencana penerbangan, sang ratu melakukan pemeriksaan sebelum terbang terhadap jet tempur berkursi tunggal tersebut. Ia kemudian mengarahkan pesawat menuju landasan pacu 22 untuk lepas landas.
Misi penerbangan solo itu berlangsung selama 41 menit. Setelah mendarat, Raja Maha Vajiralongkorn memberikan sebuket bunga kepada Ratu Suthida dan memasangkan lencana Golden Gripen Order di lengan kiri seragamnya.
Menurut laporan istana, lencana tersebut diberikan oleh Gripen Order, sebuah perkumpulan kehormatan di Swedia, yang sekaligus menerima Ratu Suthida sebagai anggota penuh.
Laporan tersebut juga menyebut Ratu Suthida sebagai pilot perempuan pertama Thailand yang menerbangkan jet tempur Gripen.
Dari Latihan Simulator hingga Menerbangkan Ket Tempur
Penerbangan tersebut menjadi puncak dari rangkaian kursus konversi untuk pesawat tempur-serang Tipe 20, sebutan yang digunakan Angkatan Udara Thailand untuk jet tempur Gripen. Ratu Suthida mengikuti pelatihan tersebut atas undangan Angkatan Udara Thailand.
Menurut keterangan istana, program pelatihan itu mengikuti kurikulum standar pendidikan pilot Gripen milik Angkatan Udara Thailand.
Pelatihan dimulai dengan 45 materi akademik dan prosedur darurat yang berlangsung pada Juni hingga Juli 2026. Setelah itu, sang ratu menjalani 20 sesi penerbangan menggunakan simulator.
Ratu Suthida kemudian melanjutkan latihan dengan menerbangkan Gripen JAS 39D berkursi ganda bersama instruktur. Ia mengumpulkan sekitar 10 jam terbang sebelum beralih ke Gripen JAS 39C berkursi tunggal yang diterbangkannya seorang diri.
Ratu Suthida pertama kali menerbangkan pesawat pada 13 Mei 2010 menggunakan Cessna T-41D milik Skuadron 604 di Wing 6, Bangkok.
Sejak itu, ia mengembangkan pengalamannya dengan menerbangkan sejumlah jenis pesawat, antara lain CT-4E Airtrainer, Pilatus PC-9, Mooney M20M, dan Piper PA-34 Seneca.
Ia juga bertugas sebagai kopilot mendampingi Raja Maha Vajiralongkorn dalam penerbangan kerajaan menggunakan pesawat Boeing 737-400 dan Boeing 737-800. Untuk Boeing 737-800 saja, ia telah mengumpulkan lebih dari 450 jam terbang.
Berdasarkan laporan istana, total pengalaman terbang Ratu Suthida menggunakan berbagai jenis pesawat kini telah melampaui 1.188 jam.
Thailand Bersiap Tambah Armada Jet Tempur Gripen
Pangkalan Wing 7 merupakan markas skuadron Gripen C/D milik Angkatan Udara Thailand. Pesawat-pesawat tersebut mulai beroperasi pada 2011, dan pangkalan itu memperingati 15 tahun pengoperasiannya pada 20 Juli 2026.
Thailand menerima 12 unit jet tempur Gripen C/D dan saat ini mengoperasikan 11 unit. Satu pesawat JAS 39C hilang dalam kecelakaan pada Januari 2017.
Angkatan Udara Thailand kini bersiap memperkuat armadanya dengan generasi terbaru jet tempur buatan Swedia tersebut.
Pada Agustus 2025, Thailand memesan empat unit Gripen E/F. Kemudian, pada Mei 2026, delegasi Angkatan Udara Thailand yang dipimpin Marsekal Udara Seksan Kantha meninjau dimulainya perakitan Gripen E pertama untuk Thailand di fasilitas Saab di Linköping, Swedia.
Saab menyatakan pengiriman pesawat dalam kontrak tersebut akan dilakukan paling lambat pada 2030.