Kemampuan nuklir dan balistik Iran disebut telah dirusak secara parah dalam serangan baru-baru ini, namun tidak musnah.
Blokade Selat Hormuz makin memanas. Kapal Perang Amerika Serikat (AS) cegat 2 kapal tanker yang mencoba tinggalkan Iran.
Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan akan ada peluang negosiasi baru antara AS dengan Iran. Dunia mendesak agar gencatan senjata diperpanjang.
Sebuah kapal tanker yang masuk daftar sanksi AS karena terobos blokade, dilaporkan tetap melintasi Selat Hormuz pada Selasa (14/4/2026).
Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance menyebut bahwa keputusan perundingan perdamaian berada di tangan Iran.
Presiden AS Donald Trump menyebut bahwa pihaknya tak peduli apakah Iran mau kembali bernegosiasi atau tidak. Ancaman blokade Selat Hormuz kini memicu ketegangan global.
Angkatan Bersenjata Iran menyebut bahwa aksi Amerika Serikat (AS) di Selat Hormuz adalah pembajakan, ancaman perang kian nyata.
Hanya individu dengan kriteria tertentu yang diperbolehkan memasuki wilayah Makkah, di antaranya pemegang izin tinggal (iqamah) yang diterbitkan di Makkah.
Ancaman blokade Presiden AS Donald Trump yang akan berlangsung pada Senin (13/4/2026) sore bikin kapal tanker ogah lewat Selat Hormuz.
Presiden Donald Trump memerintahkan Angkatan Laut (AL) Amerika Serikat (AS) untuk segera memblokade Selat Hormuz setelah perundingan damai dengan Iran di Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan.
Pada Minggu (12/4/2026) pagi, Wakil Presiden AS J.D. Vance yang memimpin delegasi negaranya menyatakan bahwa pembicaraan panjang tersebut belum mampu menghasilkan kesepakatan.
Amerika Serikat (AS) dan Iran resmi berunding di Islamabad Pakistan, namun ketegangan masih membara di tengah ketidakpastian besar soal format dan peluang keberhasilannya.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei dikabarkan mengalami luka parah akibat serangan udara di awal konflik dan kini menjalankan roda pemerintahan dari balik layar.
Presiden AS, Donald Trump, menyebut bahwa Amerika Serikat bakal membuka Selat Hormuz dalam waktu singkat, namun juga mengakui bahwa misi itu tak mudah.
Kru Artemis II milik NASA dengan wahana Orion telah kembali ke Bumi. Mereka berhasil menyelesaikan pendaratan di laut (splashdown) dengan bantuan parasut di Samudra Pasifik.