Sebanyak 76 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2025 hari ini akhirnya menginjakkan kaki di Istana Merdeka, Jakarta, untuk mengikuti gladi kotor. Foto: Ist
JAKARTA, (ERAKINI) - Sebanyak 76 calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2025 hari ini akhirnya menginjakkan kaki di Istana Merdeka, Jakarta, untuk mengikuti gladi kotor. Mereka pun tampak masih grogi.
Latihan perdana di ini dipantau langsung Menteri Sekretaris Negara () Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Prasetyo Hadi mengatakan, dalam penampilan pertama di Istana ini, para Paskibraka masih terlihat grogi. Meski demikian, Mensesneg menilai hal ini sangat wajar. Ia yakin para Paskibraka dapat bertugas dengan baik saat pelaksanaan 17 Agustus nanti.
“Tadi kami lihat sudah sesuai dengan yang kita harapkan. Hanya memang mungkin ya karena baru pertama kali menginjakkan kaki di Istana, ya ada beberapa yang agak-agak masih grogi-grogi," ujar Mensesneg, dikutip dari keterangan resmi BPMI Setpres, Selasa (12/8/2025).
"Kalau pengalaman kami, ini hanya karena belum terbiasa. Tapi Insya Allah dari sorot matanya, adik-adik kita bisa tampil sebaik-baiknya,” lanjut Mensesneg.
Hujan yang mengguyur halaman Istana Merdeka tidak menyurutkan semangat para calon anggota Paskibraka mengikuti gladi kotor rangkaian peringatan HUT Ke-80 RI. Sejak pagi, seluruh unsur yang akan bertugas pada 17 Agustus mendatang hadir untuk memulai gladi.
“Alhamdulillah hari ini sudah kita mulai rangkaian gladi. Hari ini baru gladi kotor. Semua yang akan tampil nanti di Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi hadir mencoba untuk beradaptasi dengan lokasi tempat upacara nanti tanggal 17 (Agustus),” sebuta Prasetyo.
Kata dia, meski hujan sempat mengguyur saat gladi upacara berlangsung, tetapi suasana gladi tetap berjalan dengan khidmat.
“Alhamdulillah juga suasananya syahdu. Tadi mendung, kemudian turun hujan, tapi lanjut terus. Kita ingin memberikan yang terbaik pada peringatan HUT Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia,” tambahnya.
Gladi kotor kali ini bersifat menyeluruh, mulai dari kirab pasukan hingga prosesi upacara dijalankan. Menurut Mensesneg, setiap prosesi pada gladi kotor ini belum sepenuhnya sempurna dan masih akan ada evaluasi untuk perbaikan yang lebih baik.
“Kita juga coba mengevaluasi mana yang sekiranya perlu kita perbaiki. Itulah pentingnya kenapa kita hari ini sudah memulai untuk melakukan gladi kotor,” tandasnya.
Seiring padatnya rangkaian gladi yang akan berlangsung hingga tanggal 14 Agustus, lalu lintas di sekitar Istana Merdeka turut mengalami penyesuaian. Mensesneg pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak rekayasa lalu lintas ini.
“Pertama-tama tentu kami juga memohon maaf kepada seluruh masyarakat di Jakarta yang beraktivitas di sekitar Istana Merdeka. Kalau memang dalam beberapa hari ke depan agak sedikit terganggu kenyamanannya karena kita mulai ada kegiatan di Istana Merdeka kami memohon maaf,” pungkasnya.