Puisi-Puisi Vito Prasetyo
Vito Prasetyo
Menikam Cahaya Subuh
Di genggam rindu, yang kaugaungkan
menelungkup pada penghentian subuh
tidakkah engkau dengar
betapa malam terlewatkan dalam siksa cemas
angin meraung-raung penuh gelisah
suluk kitab pun melantunkan larik puisi liris
merajam kebebasan angin, yang telah menjelma diri
serupa badai dan halimun
sementara kita, tertidur dalam cemas
bukankah engkau tahu, nafasmu ada di tangan Tuhan
memayungi tidurmu,
tanpa pernah kita tahu
apakah esok sinar masih menikam tatapanmu
Adalah puisi, selalu hidup dalam keterasingannya
menanti aksara kematian dibacakan
di selembar ingatan
yang tak pernah kekal
Malang, 2024
Lewat Tengah Malam
Seharusnya kutulis
di sehelai daun malam
yang memanjangkan bunganya
menyusup di hembusan angin
napasku bergumul di sana
sebarkan aroma lewat diksi gaib
Seharusnya kuingat
sajakku pernah mengembara
terempas di kaki langit malam
berselimut kabut pekat
yang kusimpan dalam lukisan mimpi
di cermin gelisah, kutatap bayanganmu
kaugoyahkan keberanianku
melintas di redup lentera malam
Seharusnya kubaca
semua penatmu terbaring abadi
di sisi waktu, yang sulit kuraba
adalah kita terpisah ruang maya
antara wujud dan tak berwujud
hanyalah sejengkal makna sajakku
kuhimpun dalam jemari doa
untuk menghitung kerinduanmu
senantiasa mengusik kegelisahan mataku
di bibir waktu, lewat tengah malam
yang sunyi
Malang, 2024


















