Inggris akan mengakui negara Palestina jika Israel tidak menghentikan perang dan terus menghalangi pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.
PBB memperingatkan bahwa Gaza menghadapi krisis kelaparan yang dahsyat, dengan kerawanan pangan dan malnutrisi mencapai tingkat yang memenuhi ambang batas resmi.
Menteri Luar Negeri Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, di konferensi PBB pada Senin (28/7/2025), penerapan solusi dua negara untuk krisis Israel-Palestina adalah kunci stabilitas regional.
Konferensi Internasional yang digelar di PBB 28-29 Juli terkait solusi 2 negara menjadi harapan perdamaian di Gaza.
Donald Teump merujuk pada pengumuman Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menyatakan bahwa Prancis akan secara resmi mengakui negara Palestina dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada September mendatang.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan bahwa negaranya akan secara resmi mengakui Negara Palestina.
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mendesak 193 negara anggota PBB untuk menggunakan cara yang memungkinkan guna menyelesaikan sengketa secara damai.
PBB mencatat, warga Palestina yang tewas saat berusaha mendapatkan makanan telah menembus angka lebih dari 1.000 karena dibunuh Israel.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengecam pembunuhan warga sipil yang mencari bantuan kemanusiaan di Gaza oleh Israel dan mendesak untuk segera gencatan senjata.
PBB mengungkap bahwa tingkat malnutrisi anak-anak di Jalur Gaza meningkat 2 kali lipat sejak Israel secara ketat membatasi masuknya makanan pada bulan Maret.
Kantor Hak Asasi Manusia PBB (GHF) mencatat, setidaknya 875 pembunuhan dalam 6 minggu terakhir di titik-titik bantuan di Gaza.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menegaskan kembali gencatan senjata permanen di Gaza.
Konferensi PBB yang membahas soal Kenegaraan Palestina akan berlangsung 28-29 Juli 2025 yang diketuai oleh Prancis dan Arab Saudi.
Sebanyak 798 orang tewas saat menerima bantuan di Gaza, menurut Kantor Hak Asasi Manusia (HAM) PBB pada hari Jumat (11/7/2025).
Kantor HAM PBB mencatat sedikitnya 613 pembunuhan warga Palestina di titik-titik bantuan kontroversial yang dikelola oleh Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF) yang didukung Israel dan AS.