Ahli Gizi: Daging Kambing Tidak Memicu Hipertensi dan Naiknya Kolestrol
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Kambing merupakan salah satu hewan yang banyak dikurbankan pada saat Hari Raya Idul Adha. Hanya, daging kambing memiliki reputasi kurang baik terkait dengan kandungan kolesterol dan lemak yang tinggi.
Daging kambing sering kali dikaitkan sebagai penyebab seseorang mengalami tekanan darah tinggi (hipertensi) dan naiknya kolestrol. Namun bagaimana fakta sesungguhnya terkait daging kambing?
Ahli gizi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana Jakarta, Fitri Hudayani SST, M.Gz, membantah keras anggapan yang menyebutkan bahwa mengonsumsi daging kambing dapat meningkatkan risiko hipertensi dengan cepat.
Fitri menegaskan bahwa daging kambing sebenarnya memiliki manfaat bagi tubuh, sehingga tidak benar menyebabkan lonjakan tekanan darah seperti yang diklaim oleh beberapa mitos.
"Daging kambing masuk ke dalam kelompok lauk hewani dengan lemak sedang, sehingga sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah yang tidak berlebihan," ujar Fitri Hudayani, dilansir Antara, Senin (17/6/2024).
Menurut Fitri, penyebab daging kambing memicu terletak pada pengolahannya. Penambahan bumbu dalam proses memasak , terutama yang mengandung tinggi natrium seperti garam dapur atau kecap, dapat meningkatkan risiko .


















