Puisi-Puisi Emi Suy
Emi Suy
Dari waktu ke waktu
kita ialah pejalan
melewati tajam tikungan
curam lembah
tinggi bukit
butuh tenaga yang utuh
hati yang penuh
kalau ada yang memburu
ditikam berulang
ber anak-pinak lalu bertualang
dipendam dalam
justru timbul tenggelam
dalam baying
lalu hilang
dan hening datang
membentangkan kecemasan
"jangan membiarkan terlalu lama
kecemburuan antara
cangkir dengan bibir
antara kopi dan sepi
sebab tak ada apa-apa
barangkali kecurigaan
terbuat dari pertemuan
kopi dan gula
diseduh panasnya kenyataan"
dari waktu ke waktu
ada yang memburu
ditikam berulang
berpinak lalu tualang
dipendam dalam
timbul tenggelam
dalam baying
lalu hilang
: membiarkan bibirmu akrab dengan kopi,
aku cemburu
Dari Sunyi Jadi Bunyi
Sebuah harapan
antara bunyi dan sunyi,
antara nyala dan padam,
antara tangguh dan rapuh,
antara keramaian dan kesepian,
antara terang dan gelap
di sanalah bermukimnya lambaian tangan
dari setiap kepergian
waktu berjalan ke depan berderai menitik dan bakal jadi kenangan, dengan apa kita mengawetkan ingatan, perjalanan, kebahagiaan bahkan luka? Dengan puisi untuk memuliakan kehidupan
Jokpin bilang:
"Sunyi itu menjernihkan
Sunyi itu menerangi
Sunyi itu menyalakan kreativitas"
2024


















