Blokade Selat Hormuz makin memanas. Kapal Perang Amerika Serikat (AS) cegat 2 kapal tanker yang mencoba tinggalkan Iran.
Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan akan ada peluang negosiasi baru antara AS dengan Iran. Dunia mendesak agar gencatan senjata diperpanjang.
Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance menyebut bahwa keputusan perundingan perdamaian berada di tangan Iran.
Angkatan Bersenjata Iran menyebut bahwa aksi Amerika Serikat (AS) di Selat Hormuz adalah pembajakan, ancaman perang kian nyata.
Ketum PBNU Gus Yahya mengajak seluruh elemen bangsa dan umat beragama untuk bersama memperjuangkan dan mewujudkan perdamaian demi keselamatan umat manusia.
Pada Minggu (12/4/2026) pagi, Wakil Presiden AS J.D. Vance yang memimpin delegasi negaranya menyatakan bahwa pembicaraan panjang tersebut belum mampu menghasilkan kesepakatan.
Amerika Serikat (AS) dan Iran resmi berunding di Islamabad Pakistan, namun ketegangan masih membara di tengah ketidakpastian besar soal format dan peluang keberhasilannya.
Presiden AS, Donald Trump, menyebut bahwa Amerika Serikat bakal membuka Selat Hormuz dalam waktu singkat, namun juga mengakui bahwa misi itu tak mudah.
Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance meminta Iran untuk tidak mempermainkan AS menjelang negosiasi yang bertujuan mengakhiri perang.
Gus Yahya menyatakan, berhentinya kekerasan ini harus didukung dan disyukuri. Menurutnya, kekerasan dalam bentuk apapun harus dihentikan karena mengancam seluruh kemanusiaan.
Gencatan senjata Amerika Serikat (AS) dengan Iran di ujung tanduk. Krisis minyak, ancaman balasan dan bayang-bayang perang meluas.
Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei menyatakan bahwa rakyat Iran meraih kemenangan dalam perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Harga minyak dunia kembali naik seiring meningkatnya kekhawatiran atas rapuhnya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, menyusul gelombang serangan Israel ke Lebanon.
Simak di sini 10 fakta soal Selat Hormuz sejak dibuka kembali melalui negosiasi antara AS dengan Iran!
Di tengah gencatan senjata, Presiden AS Donald Trump menyebut bahwa Amerika Serikat bakal menggali uranium Iran.