Task Force yang diinisiasi Kemenhaj RI ini akan menjadi platform koordinasi bersama untuk memperkuat tata kelola penyelenggaraan haji.
Proses seleksi akan dilakukan secara terbuka dan transparan melalui sistem informasi terintegrasi. Tahapan seleksi mencakup pemeriksaan administrasi, tes kompetensi, hingga wawancara.
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menegaskan keberadaan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masih tetap dibutuhkan meski pelaksanaan umrah mandiri sudah diperbolehkan Arab Saudi.
Pertemuan Arab Saudi dan Indonesia menandai langkah penting dalam memperkuat kerja sama bilateral kedua negara, khususnya dalam peningkatan kualitas pelayanan ibadah haji dan umrah.
Pada pertemuan itu, Gus Irfan mengatakan bahwa Kementerian Haji dan Umrah merupakan institusi baru di Indonesia yang dibangun di atas prinsip integritas, transparansi, dan profesionalisme.
Tak hanya menggandeng kelembagaan KPK, Kemenhaj juga melibatkan sejumlah mantan pegawai KPK, Kejaksaan, hingga TNI/Polri untuk memperkuat pengawasan.
Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) meluncurkan 5 nilai sakral Kemenhaj, simak di sini!
Regulasi baru ini menurut pemerintah, akan menjadi dasar hukum untuk memformalkan keberadaan kementerian baru, sedangkan jabatan menteri akan ditunjuk presiden.
Dorongan agar BP Haji bertransformasi awalnya datang dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), asosiasi penyelenggara travel haji dan umrah, serta Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Irfan menegaskan bahwa revisi UU Haji menjadi bagian penting dari peralihan kewenangan penyelenggaraan haji dari Kementerian Agama ke BP Haji.
Kemenag berkomitmen melakukan proses peralihan penyelenggaraan haji 2026 ke Badan Penyelenggara Haji.
Kepala BP Haji RI Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) telah tiba di Jeddah. Kedatangannya untuk mendampingi Presiden Prabowo kunjungan kenegaraan ke Arab Saudi, Rabu (2/7/2025).
Arab Saudi sedang mempertimbangkan pengurangan kuota Indonesia sebagai respons atas berbagai kendala yang terjadi tahun ini.
Dalam sambutannya, Kepala BP Haji Muhammad Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan, menekankan peran strategis Mustasyar Diny sebagai konsultan ibadah.
Irfan Yusuf mengapresiasi kiprah Aceh dalam mengedepankan tiga pilar penting penyelenggaraan haji, yakni sukses ritual, sukses ekonomi, dan sukses keadaban-peradaban.