Tragedi kemanusiaan di Gaza kembali mencatatkan bab kelam. Korban tewas sudah tembus 70 ribu orang.
Pasukan Israel kembali membunuh 2 warga Palestina di Tepi Barat, ditembak dari jarak dekat.
Kementerian Kesehatan Gaza mengumumkan bahwa Israel serahkan 15 jenazah warga Palestina dalam kesepakatan gencatan senjata.
Israel mengumumkan telah menerima satu jenazah sandera dari Palang Merah Internasional. Namun, di tengah tarik-menarik diplomatik, warga Gaza tetap menjadi yang paling dirugikan.
Mobil yang pernah mengangkut Paus Fransiskus saat berkunjung ke Betlehem kini disulap menjadi klinik keliling dan menjadi penyelamat untuk anak-anak Gaza.
Pasukan Israel mulai memasang tanda-tanda garis penarikan di jantung permukiman Gaza. Warga Palestina terusir dan Israel dituding langgar gencatan senjata setiap hari.
Bantuan kontroversial yang didukung Amerika Serikat (AS) runtuh. Gaza Humanitarian Foundation (GHF) resmi tutup usai dianggap membahayakan warga Gaza.
Israel mengklaim telah membunuh Komandan Hamas Alaa Al-Hadidi pada Minggu (23/11/2025) di tengah saling tuduh pelanggaran gencatan senjata Gaza.
UNICEF menyebut bahwa setiap hari sebanyak 2 anak Palestina tewas sejak gencatan senjata di Gaza dimulai.
Gaza bergejolak lagi. Israel kembali meluncurkan serangan udara di tengah gencatan senjata. Sebanyak 24 warga Palestina tewas.
PBB memperingatkan bahwa krisis pangan masih mengancam warga Palestina.
Serangan udara Israel kembali mengguncang Khan Younis, Gaza bagian selatan. Sebanyak 33 warga Palestina tewas hanya dalam 12 jam.
WHO genjot vaksinasi di tengah penderitaan Gaza imbas agresi Israel, targetkan lebih dari 40.000 anak Palestina.
Israel terus melakukan serangan mematikan di Gaza. Korban tewas sejak gencatan senjata tembus 280 orang.
PM Israel Benjamin Netanyahu tuntut Hamas agar disingkirkan dari Gaza usai voting PBB, rakyat Palestina jadi korban.