Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengakui memerintahkan untuk menyerang kapal bantuan ke Gaza di Pantai Lepas Tunisia.
Gelombang aksi protes melanda berbagai belahan dunia setelah Israel mencegat Global Sumud Flotilla yang membawa bantuan kemanusiaan menuju Gaza.
Hamas menolak keras proposal perdamaian yang diajukan AS dan menyatakan bahwa usulan yang sangat didukung Israel itu dirancang untuk menghancurkan kelompok tersebut.
Militer Israel menyergap Global Sumud Flotilla (GSF), pembawa relawan ke Gaza, ratusan aktivis ditangkap.
Israel masih lancarkan serangan brutal, puluhan nyawa warga Palestina di Gaza tewas, termasuk relawan kemanusiaan.
Makin parah! Buldoser Israel di Tepi Barat terus keruk dengan brutal tanah Palestina, harapan Negara Palestina untuk merdeka kian terkikis.
Ngeri! Israel makin ugal-ugalan melakukan blokade di Gaza. Sebanyak 14 kapal bantuan obat dan makanan yang menuju Gaza dicegat.
Ngeri! Israel mulai memblokade jalur terakhir warga Gaza dari Selatan. Akes warga Palestina ditutup paksa.
Badan pertahanan sipil dan rumah sakit Gaza mengatakan 41 warga Palestina di Gaza tewas dalam sehari. Rencana damai Trump-Netanyahu palsu?
Hamas belum memberikan respons atas rencana damai Presiden AS Donald Trump. Israel tak mau mundur total dari Gaza.
Skema perdamaian Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dinilai cuma retorika diplomatik dan berat sebelah. Gaza, Palestina tetap terjajah.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengusulkan proposal perdamaian 20 poin untuk mengakhiri perang Gaza setelah melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Senin (29/9) mengumumkan kesepakatan rencana perdamaian 20 poin untuk mengakhiri perang di Gaza.
Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa dirinya akan membereskan konflik Gaza. Negosiasi AS-Israel apakah serius untuk keadilan Palestina ataukah cuma permainan?
Hamas minta Israel untuk menghentikan serangan udara di Gaza demi nyawa sandera mereka sendiri.