Kejam! Pasukan Israel menembak mati pemuda Palestina berumur 20 tahun di Dekat Hebron. Serangan terus dilancarkan meski di tengah kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas.
Amerika Serikat (AS) menerbangkan drone di langit Gaza yang disebut-sebut untuk memantau jalannya gencatan senjata. Namun, bayak pihak menilai, itu hanya untuk siasat membantu Israel.
Faksi-faksi Palestina termasuk Hamas sepakat menyerahkan pengelolaan Gaza ke komite teknokrat independen.
Kelompok Bantuan Internasional Humanity & Inclusion menyebut bahwa butuh 30 tahun untuk membersihkan jejak kejahatan perang Israel di Gaza.
Di balik janji rekonstruksi Gaza, Amerika Serikat (AS) dan Israel dituding gunakan siasat gencatan senjata untuk menguasai Palestina.
Ngeri! Ribuan sisa bahan peledak masih tersebar di Gaza. PBB), melalui Badan Aksi Ranjau (UNMAS), mengingatkan dunia akan bahaya jangka panjang yang mengintai warga Gaza.
Gencatan senjata Gaza terancam gagal! Dunia mulai soroti kebrutalan Israel di Gaza. Para mediator didesak untuk bertindak tegas.
Donald Trump mengancam bakal basmi Hamas jika langgar gencatan senjata Gaza. Apakah sinyal dukungan buta AS terhadap agresi Israel terus berlanjut?
Delegasi tingkat tinggi Hamas ke Kairo menemui mediator, mendesak keadilan dan mengutuk pelanggaran gencatan senjata oleh Israel.
Presiden AS Donald Trump menyebut, gencatan senjata Gaza antara Israel dengan Hamas masih berlaku, tapi serangan Israel telah menewaskan 45 warga Palestina, hanya kebohongan internasional?
Parah! Israel melanggar gencatan senjata dan kembali membombardir Gaza. Sebanyak 45 warga Palestina tewas dalam serangan udara brutal sepanjang Minggu (19/10/2025).
PM Israel, Benjamin Netanyahu, kembali memantik kontroversi dengan pernyataannya bahwa perang di Jalur Gaza tidak akan dihentikan hingga Hamas melucuti seluruh senjatanya.
PM Palestina Mohammed Mustafa merencanakan rekonstruksi Gaza senilai Rp1.000 triliun untuk masa depan merdeka.
Hamas dituding melanggar gencatan senjata Gaza namun justru dibela langsung oleh Amerika Serikat (AS).
Israel tetap menutup jalur penyeberangan Rafah atau Gaza ke Mesir dan menahan bantuan demi jenazah sandera. Rakyat Gaza jadi korban kelaparan.